Kesalahpahaman tentang Lelaki Perkasa yang Perlu Kamu Ketahui

0
11 views
views
lelaki perkasa

Dari masa-masa, obsesi tentang keperkasaan lelaki telah menjadi warisan secara turun-temurun. Hampir setiap generasi sejak zaman dahulu memiliki legendanya sendiri. Menariknya, istilah perkasa selalu dikaitkan dengan kekuatan, dan condong disematkan kepada kaum pria. Meskipun beberapa penyair yang beraliran feminisme mulai mencoba mempopulerkan termin “perempuan perkasa”, istilah lelaki perkasa selalu jauh lebih terkenal.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah seperti apakah lelaki perkasa itu? Apakah istilah tersebut masih relevan untuk dibahas di masa sekarang? Perkasa seperti  apakah yang menjadi tolok ukur dalam masyarakat saat ini? Dan lebih penting lagi, bagaimana kaum pria saat ini dapat menjadi perkasa?

Keperkasaan Bukan tentang Kekuatan Fisik

Pemahaman yang populer disebarkan dari budaya Barat tentang keperkasaan adalah ia terkait dengan kekuatan. Karena itu kisah-kisah kepahlawanan dalam legenda Barat hampir selalu tentang lelaki yang kuat dan mampu mengalahkan berbagai macam musuh. Hecules, Achilless, dan Samson adalah contohnya. Maka seringkali kita melihat dalam film-film atau video-video youtube tentang para lelaki yang terobsesi memperbesar ukuran ototnya di gym. Semakin besar ukuran ototnya, semakin dia  dipandang sebagai lelaki perkasa.

Dari budaya Timur, pendapat tentang keperkasaan relatif lebih bervariasi. Lelaki perkasa bukan hanya tentang otot yang besar, melainkan terkait secara rumit dengan beberapa variabel seperti harta, kekuasaan, kecerdasan, kebijaksanaan, skill/keterampilan, kemampuan menaklukkan wanita, dan sebagainya. Meskipun pada kisah-kisah lama masih sering diwarnai pemujaan terhadap kekuatan, tapi pada akhir kisah biasanya kekuatan tersebut akan takluk kepada kecerdasan, kebijaksanaan, atau keterampilan.

Baca Juga : Jamu Kuat Pria Untuk Berhubungan Intim Bagi Anda Yang Sibuk

Lelaki Perkasa Memiliki Prinsip yang Teguh terhadap Nilai-Nilai yang Baik

Apa yang muncul di pikiran Anda ketika melihat seorang lelaki dengan otot yang besar, tapi kabur ketika berhadapan dengan lawan yang ukurannya lebih kecil? Atau seorang lelaki yang begitu galak ketika berada di tengah keluarga, tapi menciut saat berhadapan dengan bosnya? Atau lelaki yang terlihat tegap dan gagah, tapi ringan tangan (mudah memukul) terhadap wanitanya? Tentunya Anda akan langsung menghapus mereka dari daftar lelaki perkasa di pikiran Anda.

Keperkasaan sejatinya berkaitan dengan nilai dan prinsip, entah itu terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Kita akan senang dan terpukau mendengar cerita tentang orang-orang yang tidak pernah menyerah dengan impiannya sesulit apapun halangan yang menghadang. Kita akan menaruh hormat yang begitu tinggi terhadap orang yang setia kawan, tidak pernah meninggalkan sahabat di tengah-tengah kesusahan. Kita  akan tersentuh mendengar kisah orang-orang yang mengabdikan dirinya untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan balas jasa bagi dirinya sendiri. Kita akan berpikir bahwa seperti itulah lelaki perkasa seharusnya.

Mungkin kita pernah mendengar ujaran orang bijak bahwa perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu kita sendiri. Dan itulah kebenarannya. Lelaki perkasa adalah mereka yang telah berhasil mengalahkan ego, hawa nafsu, dan kelemahannya sendiri. Mereka yang telah mampu menaklukkan kelemahan tekadnya, menundukkan nafsu binatangnya, dan merendahkan egonya, itulah yang layak untuk mendapatkan gelar perkasa.

Lelaki Perkasa Bertanggungjawab kepada Keluarga

Mungkin kedengarannya tidak mudah untuk menjadi lelaki perkasa dalam ukuran masyarakat. Tapi sesungguhnya tidak terlalu sulit untuk melakukannya dalam tataran keluarga. Sebagai satuan unit terkecil dalam sebuah masyarakat, keluarga bisa menjadi seperti sebuah laboratorium percobaan mini untuk ekesperimen sosial.

Ukuran keperkasaan dalam keluarga adalah tanggung jawab. Anda para lelaki mendapat peran penting sebagai kepala rumah tangga. Sebagai seorang kepala, tentunya Anda diharapkan bertanggungjawab atas rumah tangga yang sedang Anda bangun. Pertanyaannya adalah tanggung jawab seperti apa yang harus dipenuhi sebagai lelaki perkasa?

Ukuran paling sederhana dalam bertanggungjawab terhadap keluarga tentu saja adalah memenuhi kebutuhan anggota keluarga. Anak-anak membutuhkan makanan untuk bertumbuh, pendidikan untuk berkembang, cinta dan kasih sayang untuk mampu menjadi pribadi yang stabil dan fungsional dalam masyarakat nantinya. Mencukupi semua kebutuhan tersebut  adalah ukuran paling minimal sehingga Anda layak untuk disebut sebagai lelaki perkasa, di mata anak Anda tentunya.

Lelaki Perkasa Mampu “Memuaskan” Wanitanya

Kebutuhan istri Anda sebagai seorang wanita yang mendampingi hidup Anda tentunya sedikit berbeda. Selain apa yang disebut dengan “nafkah lahir”, seorang istri tentu saja memilliki kebutuhan akan “nafkah batin” sebagaimana Anda sebagai seorang lelaki memiliki kebutuhan yang sama terhadapnya. Mungkin Anda berpikir mudah saja karena hanya dengan sedikit sentuhan dari istri, Anda bisa langsung bangkit dan menuntaskan hasrat Anda. Bagaimanapun tubuh lelaki sudah  didesain untuk seperti itu. Anda tinggal mengikuti naluri  Anda. Pertanyaannya adalah apakah Anda akan berhasil memuaskan istri Anda dan menjadi lelaki perkasa? Tahukah Anda bahwa dari 100 orang wanita, hanya sekitar 30 orang yang mengaku terpuaskan oleh lelakinya, sisanya yang 70 tidak. Lalu istri Anda termasuk yang mana?

Hal yang menjadi penyebab kenapa begitu banyaknya lelaki yang tidak mampu memuaskan wanitanya dan gagal disebut lelaki perkasa, adalah karena para lelaki kurang memahami diri dan pasangannya. Para lelaki sejak awal-awal masa kehidupan manusia memang didesain sebagai pemburu dan pelindung keluarga, sementara wanita berperan sebagai penjaga dan pemelihara keberlangsungan kehidupan sukunya.

Lelaki dan perempuan seperti cheetah dan rusa. Lelaki mampu bergerak dengan cepat, melesat untuk mengejar mangsa, namun seringkali tidak mampu bertahan untuk berlari dalam waktu yang lama, sedangkan wanita meskipun bergerak lebih lambat daripada lelaki, tapi lebih kuat dalam daya tahan. Tahukah Anda bahwa kebanyakan lelaki hanya mampu bertahan 3 – 7 menit sejak mulai terjadi intercourse sebelum klimaks, sementara rerata wanita butuh waktu 10 – 15 menit untuk mencapai orgasme? Jika bedanya  bisa begitu jauh, lalu bagaimana cara lelaki untuk memuaskan wanitanya dan menjadi lelaki perkasa?

Tentunya butuh usaha untuk menjadi lelaki perkasa. Saya tidak akan menyarankan obat kimia, karena seaman apapun para produsen obat itu mengklaim, tetap saja obat sebenarnya adalah racun yang mengubah paksa tubuh Anda. Untuk itu saya menyarankan cara-cara alami kepada Anda. Obat hanya menjadi pilihan terakhir.

Pertama, untuk menjadi lelaki perkasa, Anda harus meningkatkan endurance tubuh Anda. Perbanyak  aktivitas, terutama olahraga aerobik. Jenis olahraga tersebut meningkatkan massa otot yang terkait daya tahan. Kedua, latih otot kegel, yaitu otot yang mengatur aliran darah pada “adik kecil” Anda. Ototnya sama dengan otot yang menahan kencing. Ketiga, saat mulai bercinta, pastikan awali dengan foreplay. Foreplay bukan hanya tentang fisik, tetapi juga keadaan pikiran dan hati/emosi. Keempat, atur napas dan jangan terburu-buru. Nikmati setiap momen keintiman yang terjadi. Kesalahan banyak pria karena terlalu terburu-buru.

Menjadi lelaki perkasa bukan hanya tentang kekuatan, tapi tentang bagaimana kita bersikap, terhadap diri sendiri dan lingkungan. Tentunya tidak mudah, dibutuhkan usaha keras untuk itu. Paling mudah tentu saja dari keluarga. Salam Rosa..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here